Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Ja'far Subhani salah seorang ulama marja taklid Syiah terkait wafatnya Ayatullah Haj Syaikh Ja'far al-Hadi mengeluarkan pertanyaan berduka secara tertulis.
Berikut terjemahan dalam bahasa Indonesia dari teks berbahasa Persia yang dipublikasikan pada Jumat (4/12) tersebut:
بسم الله الرحمن الرحیم
إنا لله و إنا إلیه راجعون
Atas wafatnya alim rabbani, penulis terkemuka, Hujattul Islam wa Musliminin Agha Haj Syaik Ja'far al-Hadi Khusnewish, kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam.
Almarhum telah bersama kami selama bertahun-tahun berkhidmat di Muassasah Imam Shadiq as yang membuat kami sangat dekat satu sama lain. Selama hidup ia telah meninggalkan karya tulis yang sangat banyak, meski ia telah meninggalkan kita namun karya-karyanya akan tetap abadi.
Karena kepergiannya kita telah kehilangan dan mengalami kerugian yang tidak tergantikan dalam bidang kepenulisan, penelitian dan dakwah.
Kami dengan ini mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita kepada civitas akademika Hauzah Ilmiah Qom, kepada para asatid dan keluarga almarhum, dan kami memohonkan agar almarhum mendapat derajat tertinggi dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran yang indah dan pahala yang besar atas ketabahan menghadapi ujian ini.
Hauzah Ilmiah Qom
Ja'far Subhani
***
Disebutkan, Ayatullah Haj Syaikh Muhammad Jafar Khoshnevis yang dikenal sebagai "Jafar Al-Hadi", adalah salah seorang guru besar di seminari Qom. Ulama kharismatik ini wafar pada Kamis, (3/12) pada usia 74 tahun, karena penyakit jantung.
Almarhum Ayatullah Jafar al-Hadi adalah seorang ahli dalam berbagai ilmu Islam dan telah banyak melahirkan karya ilmiah - seperti fikih, hadits, aqidah, teologi dan agama dan merupakan aktif dalam berbagai organisasi Ahlulbait sebagai penasehat. Ulama yang lahir tahun 1946 juga dikenal sebagai ulama yang banyak melakukan perjalanan safar ke luar negeri dalam rangka mengisi seminar-seminar internasional untuk memperkenalkan ajaran maktab Ahlulbait as, termasuk berkali-kali melakukan perjalanan safar ke Indonesia dan hadir dalam deklarasi pembentukan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) tahun 2000 di Jakarta.